Senin, 04 Juni 2012

Belantara Genetik pada Campbell


Di dalam tubuh setiap hamster, tersimpan kode gen tertentu yang diturunkan dari kedua ortunya. Ada kode gen untuk warna, ada kode gen untuk jenis bulu, ada kode gen utk corak atau pola warna, dan ada kode gen untuk sifat/karakter gen itu (bukan karakter hamsternya).

Untuk jenis hamster campbell, awam men...genal atau membedakan variannya berdasarkan warna dan corak. Tapi kebanyakan tidak memahami kode gen di balik warna-warna itu. Makanya jadi membingungkan kalo ada anak hamster yang warnanya menyimpang jauh dari warna kedua orang tuanya. Karena, anak hamster mendapatkan warna bulunya bukan dari penampakan warna dr kedua orang tuanya, tapi dari percampuran pasangan gen warna di dalam tubuh kedua orang tuanya.

Untuk warna-warna campbell, dikenal gen 1 warna, gen 2 warna, gen 3 warna dan gen 4 warna.

Gen 1 warna:

Agouti/Normal (kode gen ++) - mata hitam (ini warna dari alam, nenek moyangnya hamster)
Black (aa) - matanya hitam
Argente mata hitam (bb)
Albino (cc) - mata merah terang/nyala/pink
Opal (dd) - mata hitam
Argente mata merah (pp)
Catatan: Argente dan opal merupakan hasil mutasi dari agouti secara alami. Sementara Black dan Albino masuk kategori self colors yg bukan mutasi dr agouti.

Gen 2 warna

Chocolate (aabb) - mata hitam
Blue (aadd) - mata hitam
Dove (aapp) - mata merah
Beige (bbpp) - mata merah
Lilac Fawn (bbdd) - mata hitam
Blue Fawn (ddpp) - mata ruby

Gen 3 warna

Lilac mata ruby (aaddpp)
Lilac mata hitam (aabbdd)
Dark Beige (aabbpp) - mata ruby
Blue Beige (bbddpp) - mata ruby


Gen 4 warna

Champagne (aabbddpp) - mata ruby

Kode gen utk corak/pola bulu, jenis bulu (panjang, pendek, mengkilap), dan lain-lain:


1. Mottled/atau bercorak dgn mata merah atau ruby (kode gen Mi)
2. Mottled/atau bercorak dgn mata hitam (Mo)
3. Platinum (Sisi) - mata item atau merah
Satin Opal Platinum
(ini seperti pola warna agouti yang di-wash out (belel) kayak celana jeans

4. Satin (sasa) - mata item atau merah
Satin Lilac dan Satin Blue Fawn
Cat: Coating satin membuat bulu hamster tampak basah/berminyak. Coating satin pada hamster berwarna putih cenderung membuat warnanya jadi kekuningan, atau kelihatan seperti kotor. Semakin tua hamsternya, semburat kuningnya semakin jelas. Satin coat juga cenderung membuat warna hamster yang lebih cerah jadi tampak lebih gelap. Spt lilac satin cenderung lebih gelap dari lilac non satin. Biasanya hamster yang mendapat coating satin, bulunya cenderung lebih panjang dari non satin.

5. Wavy (wawa) - mata item atau merah
Cat: Coating wavy ini lebih panjang dari bulu satin atau bulu normal. Sesuai namanya, bulu hamster tampak berombak. Kumisnya pun keriting. Ini terlihat di usia muda. Saat menua, bulu yang berombak tadi rontok, tapi kumis tetep keriting.

6. Rex (rxrx) - mata item atau merah
Cat:
 Coating Rex membuat bulu hamster terasa lebih lembut, lebih pendek, dan keriting/kriwil. Begitu juga kumisnya, gak lurus tp agak keriting.

7. Umbrous (uu) - mata item atau merah
(ini adalah gen yang membuat keruh warna asli hamster (seperti habis guling2 di jelaga). Jadi kalo warna aslinya agouti, maka namanya umbrous agouti, dst. )
Satin Umbrouse Agouti

8. dilute (didi)- mata hitam atau merah
(ini adalah gen yang membuat luntur/melemah/kusam warna asli hamster (pada tingkat ekstrem bisa menjadi warna putih). Kalo warna aslinya agouti, maka namanya diluted agouti, dst)
9. Black Eye White (Sisi-didi) atau masking gen

10.Red Eye White ((Si-pp-didi) atau masking gen
Catatan:
- Red Eye White berbeda dengan albino. Red Eye White atau REW sebenarnya adalah percampuran gen platinum dgn gen dilute. Hasilnya begitu ekstrem shg tidak tersisa warna lain selain warna putih dan warna matanya (kalau merah berarti REW, hitam berarti BEW). Istilah lainnya adalah masking gen. ibarat jemaah haji di mekkah, semua pake baju putih, tapi di balik baju ihram, warna kulitnya beda-beda... ada arab, afrika, asia, eropa, dst

- Campbell dengan kode gen Mo (mottled mata hitam) dan Si (platinum), dikenal memiliki karakter gen yang dominan, sementara yang lain resesif. Artinya, untuk mendapatkan anak hamster yang memiliki corak/pola (tidak polos), cukup salah satu dari ayah atau ibunya yang dominan. Sebaliknya, kedua ortunya membawa karakter gen resesif, anak-anaknya tidak akan mendapat bulu yang bercorak/berpola. Kecuali dia membawa/carier gen bercorak, atau merupakan anakan dari hamster berpola/corak.

- Campbell dengan kode gen Mi (mottled dgn mata dark ruby) dan Si dikenal memiliki sifat gen yang lethal. Jika kedua ortunya sama-sama membawa sifat gen lethal, maka sebagian anak-anaknya akan cacat (eyeless, toothless, atau dua2nya), dan gak akan bertahan hidup sampai masa sapih.

Beberapa contoh sederhana:

A. pasangan black (aa) sama Argente mata merah (pp) menghasilkan kemungkinan anak-anak:
1. black (aa)
2. argente mata merah (pp)
3. dove (aapp)
4. Agouti (++)

b.Pasangan Platinum Black (kodenya aa-Si) dengan Diluted Argente mata merah (pp-didi) akan menghasilkan kemungkinan2 anak-anak:
1. Platinum Black (aa-Si)
2. Platinum Dove (aapp-Si)
3. black (aa)
4. Argente (pp)
5. Dove (aapp)
6. Diluted Argente mata merah (pp-didi) - sepintas seperti albino (cc) padahal bukan
7. Argente (pp)
8. Red Eye White - sepintas seperti albino padahal bukan
9. Black Eye White
10. Agouti

c. Pasangan putih polos mata merah dengan putih polos mata merah (keduanya tidak jelas anakan dari apa, sehingga blm diketahui bawaan gennya), akan menghasilkan banyak sekali kemungkinan2:

1. keluar warna argente, berarti salah satu dari ortunya membawa gen warna argente, dst.
2. keluar platinum argente, berarti salah satu dari ortunya membawa gen corak/pola
platinum
3. dst

MENGENAL HAMSTER DENGAN SINGKAT

DARI MANA NAMA ITU DIPEROLEH?
What is in a name, kata pujangga Inggris Shakespeare. Tapi ini tak berlaku di dunia perhamsteran. Buktinya, nama dan istilah memiliki latar belakang tersendiri.

Hamster
Anggapan umum yang diyakini banyak orang bahwa nama "Hamster" berasal dari Bahasa Jerman "Hamstern" (yang artinya: penimbun) ternyata salah! Sebaliknya, kata "Hamstern" dalam bahasa Jerman, merupakan istilah baru yang justru mengambil atau terderivasi dari kata "Hamster". Kata "Hamster" berasal dari Bahasa Proto-Slavia, "chomestar". Kata itu mirip-mirip dengan bahasa Rusia (хомячок, atau hohmyachok), dan Bahasa Polandia (chomik).

Dwarf hamster
Dwarf hamster merujuk pada tiga spesies hamster: Campbell, WW, dan Roborovski. Penyebutan "Dwarf" yang berarti "cebol" atau "mini" dikarenakan ketiga spesies ini merupakan hamster terkecil dari sekitar 25 spesies hamster yang ada di alam liar.

Winter White
Nama ini diperoleh karena kemampuannya untuk mengubah coating/bulu dari warna tertentu menjadi warna "putih" (White). Perubahan itu terjadi selama tiga bulan menjelang musim "dingin" (Winter). Ini merupakan respon alamiah yang dipicu oleh berkurangnya intensitas cahaya menjelang dan selama musim dingin, dan dilakukan untuk menghindari predator/pemangsa. (Baca bagaimana proses itu terjadi di bagian lain tulisan ini)

Phodopus campbelli
Ini adalah nama latin dari spesies hamster Campbell. Nama Campbell diberikan karena yang pertama kali menemukan adalah orang yang bernama W.C. Campbell pd tahun 1902 di Tuva, sebuah kawasan yang melingkupi wilayah geografis China dan Rusia.

Phodopus sungorus
Ini adalah nama latin dari spesies hamster Winter White. Meskipun yang pertama melaporkannya bernama Peter Simon Pallas (tahun 1773), hamster ini tidak diberi nama "Phodopus Pallas".  Nama "sungorus" diperoleh dari daerah penemuannya, yaitu Dzungaria (area Kazakhstan), meskipun belakangan ditemukan juga di Mongolia, Siberia (Rusia), dan Manchuria.

Oleh sebab itu, WW juga dikenal dengan beberapa mana lain, yaitu: Djungarian Hamster, Siberian hamster, Russian Dwarf Hamster, Furry Hamster (karena bulu kakinya sangat lembut), dan tentu saja Winter White Hamster.

Golden Hamster
Ini adalah nama lain dari spesies hamster Syrian. Dinamakan "Golden" karena warna aslinya di alam adalah warna coklat keemasan.

Syrian Hamster
Mendapat nama Syrian karena habitatnya berada di wilayah Syria (Suriah). Pertama kali ditemukan pada 1839 oleh seorang zoologist Inggris bernama George Robert Waterhouse. Si George ini gak egois memberikan nama hamster ini dengan nama "George Hamster", melainkan dengan nama Cricetus auratus. Kulit dan bulu dari hamster Syria yg pertama ditemukan ini sekarang tersimpan dengan awet di British Museum of Natural History.

Roborovski
Hamster ini mendapatkan namanya dari sang penemu, Letnan. Vsevolod Roborovski. Dialah yang pertama kali mencatat keberadaan hewan ini. Dia menemukannya pada sebuah ekspedisi pada bulan Juli 1894.

Sayangnya, sang letnan tidak melakukan studi lebih lanjut. Pada 1903, Konstantin A. Satunin melakukan observasi lapangan, tapi itupun tidak berlanjut. London Zoo kemudian mengimpor hamster ini ke Inggris pada 1960-an, hanya untuk dipajang.

Studi ilmiah dan komprehensif pertama terhadap spesies ini dilakukan di Inggris, dengan mengimpor spesimen dari Moscow Zoo. Namun tak ada satupun yang berhasil hidup dan beranak pinak. Roborovski yang beredar sekarang ini, terutama di Inggris, merupakan keturunan dari Roborovski yang diimpor dari Belanda pada 1990. AS kemudian juga mengimpornya pada 1998.

Speedy Gonzales
Ini adalah nama yang diberikan kepada hamster Roborovski di negara-negara Amerika Latin dan beberapa negara Eropa. Merujuk pada kemampuannya untuk berlari cepat, dan merupakan pelari tercepat di antara 25 spesies hamster yang ada.


MITOS DAN FAKTA SEPUTAR HAMSTER
Banyak orang yang hidup dalam mitos tanpa pernah menemukan fakta sebenarnya dari mitos yang ia yakini. Di bawah ini beberapa mitosdan fakta seputar hamster.

Selama Ratusan Tahun, WW Dikira Tikus
Oleh Peter Simon Pallas, WW pertama dilaporkan sebagai spesies mouse. Pada 1778, Pallas memberikan nama mouse sungarus. Hampir 200 tahun kemudian, tepatnya 1912, Ned Hollister memberikan nama Djungarian hamster dan memasukkan WW ke genus Phodopus.

WW Masuk Lab
WW pertama kali dibawa ke lab dan diternakkan di Jerman oleh Klaus Hofmann pada 1960-an. Kebanyakan dari WW yg beredar di dunai saat ini adalah keturunan dari hamster itu. Tahun 1970-an, beberapa WW hasil ternakan Hofmann dibawa ke lab di Inggris, dan baru pada 1978 mulai diperkenalkan di pasar pet umum.

Bagaimana Proses Whitening pada WW Terjadi?
Ada mitos bahwa WW berubah karena suhu dingin. Tak sedikit orang .... (SENSORED) yang mencoba memasukkan WW peliharaannya ke kulkas untuk menguji mitos itu. Padahal,proses whitening terjadi bukan karena suhu dingin, melainkan karena berkurangnya intensitas cahaya. Kebetulan saja, intensitas cahaya di habitat WW berkurang menjelang dan selama musim dingin.

Proses "whitening" atau memutih itu bermula dari mata. Sebagaimana mamalia lainnya, WW memiliki retina di matanya. Retina WW mengandung zat yang dinamakan ganglion cells. Cell ini yang bertugas merekam berapa banyak cahaya yg diperoleh dalam 24 jam. Informasi ini lalu diteruskan ke bagian dari otak yang disebut suprachiasmatic nucleus (SCN). Kira-kira SCN ini adalah markas besar deh. Berikutnya, SCN meneruskan informasi itu ke pineal gland.

Lantas, pineal gland merespon informasi tersebut dengan mengeluarkan hormon melatonin. Seberapa banyak hormaon melatonin yg dikeluarkan, tergantung dari informasi brp banyak intensitas cahaya yg diperoleh mata. Semakin intens cahayanya, maka semakin sedikit hormon yg dilepaskan. Demikian sebaliknya. Nah sedikit atau bnyknya hormon melatonin ini, mempengaruhi warna bulu/coating ww.


Nenek Moyang Syrian di Rumah Kita
Hampir satu abad sejak Syria ditemukan, seorang profesor ahli hewan dari Hebrew University of Jerusalem, bernama Israel Aharoni, pada tahun 1930 kembali menangkap seekor induk hamster bersama enam anaknya di Aleppo, Syria. Dia membawanya ke Jerusalem sebagai hewan lab. Beberapa berhasil kabur lewat lubang di lantai, namun yang tidak sempat kabur, sekarang menjadi nenek moyang hamster Syrian yang beredar di beberapa negara. Termasuk yang dibawa ke Inggris pada 1931.

Di Amerika sendiri, Syirian masuk melalui impor langsung dari Syria pada 1971. Apakah hamster Syria yang beredar di AS, termasuk punyanya Teteh Linda Price, merupakan keturunan dari hasil impor ini? Ternyata tidak, sebab hasil studi DNA terbaru menemukan bahwa tidak ada satupun hamster syrian di AS merupakan anak cucu dari hasil impor itu.

Sejak 1970-an itu pula, nama latin Syrian yang tadinya Cricetus auratus diralat menjadi Mesocricetus auratus. Alasannya, genus Cricetus berbeda dengan genus Mesocricetus, berdasarkan penelitian terbaru ketika itu.

Nama Arab Syrian Hamster
Tahukah Anda bahwa Hamster Syrian di negara Arab (aslinya memang dari Suriah, salah satu negeri Arab) dikenal juga dengan sebutan   أبو جراب  atau "Mister Saddlebags". Ini karena kemampuannya yang luar biasa dalam hal membawa makanan di kantung pipi menuju lokasi penimbunan makanan di sarang. Pernah dilaporkan bahwa ditemukan sebanyak 25 kg persediaan makanan di sebuah sarang "seekor" Syrian.

Masa "on" Syrian Hamster
Masa berahi Syria datang setiap empat hari sekali, namun hanya mau menerima jantan pada satu hari dalam empat hari itu.

Masa Hamil Syrian Terpendek dari Seluruh Mamalia
Dari sebuah jenis mamalia yang memiliki plasenta, Syria merupakan yang paling pendek masa hamilnya, yaitu hanya 16 hari.

Hamster berasal dari kata Hamstern
Anggapan umum yang diyakini banyak orang bahwa nama "Hamster" berasal dari Bahasa Jerman "Hamstern" (yang artinya: penimbun) ternyata salah! Sebaliknya, kata "Hamstern" dalam bahasa Jerman, merupakan istilah baru yang justru mengambil atau terderivasi dari kata "Hamster". Kata "Hamster" berasal dari Bahasa Proto-Slavia, "chomestar". Kata itu mirip-mirip dengan bahasa Rusia (хомячок, atau hohmyachok), dan Bahasa Polandia (chomik).

Hamster Betina Kanibal?
Hamster betina memakan anak bukan karena hamster kanibal, atau masuk kategori Infanticide (membunuh bayinya sendiri). Syrian betina akan memakan bangkai bayinya yang sudah mati, demi mencegah baunya terdeteksi oleh predator. Beberapa betina hamster memang diketahui membunuh dan memakan bayinya yang sehat karena mendeteksi ada bau asing di sekitarnya yang dianggap sebagai ancaman (termasuk bau manusia).

Hamster Bukan Hewan Nocturnal
Anggapan bahwa hamster adalah hewan nocturnal yang tidur di siang hari dan beraktivitas di malam hari sesungguhnya SALAH. Yang benar adalah, Hamster adalah hewan Crepuscular. Yaitu hewan yang aktif terutama saat twilight (senja atau subuh). Hewan Crepuscular terkadang aktif di malam hari saat bulan purnama.

Jadi hamster itu berada di tengah-tengah, yaitu antara hewan malam (nocturnal), hewan siang (Diurnal), dan hewan Cathemeral (siang dan malam, seperti Singa).

Sebagai tambahan: Ciri khas hewan nocturnal, selain penciuman dan penglihatan yang tajam, adalah juga bentuk mata yang sangat besar dan tidak proporsional, seperti burung hantu atau tarsier. Sementara hewan Crepuscular tak ada yang bermata terlalu besar, seperti hamster dan kelinci.

Hamster Primadona Lab
Hamster termasuk salah satu primadona hewan laboratorium. Menurut Canadian Council for Animal Care, tahun 2006 saja, tercatat ada sebanyak 6.402 hamsters digunakan sebagai hewan percobaan di lab. Ini membuat HAmster berada di peringkat ke-4 sebagai hewan rodent lab terpopuler, di bawah mice, rats, dan gerbils.

GENETIKA HAMSTER SYRIAN

Belantara Genetik - Syrian World

Memulai dari Titik Nol Mempelajari genetika hamster akan membuat kita tersesat dalam belantara genetik jika tidak didahuli dengan pemahaman dasar mengenai asal muasal kekuasaan Tuhan mengenai genetika. Oleh sebab itu, sangat disarankan terlebih dulu memahami dari titik nol.


Seperti spesies mamalia, di dalam tubuh setiap hamster, tersimpan kode gen tertentu yang diturunkan dari kedua ortunya. Ada kode gen untuk warna, ada kode gen untuk jenis bulu, ada kode gen utk corak atau pola warna, dan ada cara penulisan gen untuk sifat/karakter gen itu (bukan karakter hamsternya).

Anda harus membedakan antara fenotip hamster dan genotipnya. Fenotip berarti penampakan warna/corak/jenis bulu/tipe bulunya secara fisik. Sementara genotip berarti susunan gen yang ada di dalam tubuhnya. Genotip inilah yang mempengaruhi fenotip atau penampakan.

Gen yang membentuk genotip setiap hamster diwariskan dari KEDUA ortunya, termasuk warisan kromosom yang akan membentuk anak hamster jadi jantan atau betina. Gen-gen itu berada di kromosom (kromosom sendiri berada di inti sel), yang pada gilirannya membentuk susunan DNA. Kromosom ini saling berpasangan, di mana masing-masing datang dari kedua ortunya.  Jadi ada kromosom seks, ada kromosom warna/corak/jenis bulu/tipe bulunya.

Setiap pasang kromosom ini, menempati  slot tertentu yang dinamakan loci atau locus, dengan karakter-karakter tertentu. Nah, gen-gen dgn karakter tertentu ini dinamakan alleles atau alel. Contoh, alel “rx” adalah kode untuk tipe bulu rex. Alel lain yang ada pada locus rex adalah Rx (yaitu kode alel untuk tipe bulu normal).
Setiap sel kemudian membelah diri (meosis), di mana setiap pasang kromosom terlebih dulu dikopi/digandakan sehingga setiap sel itu kemudian memuat dua kopi dari setiap pasang kromosom. Mutasi bisa terjadi jika kode genetik salah kopi di locus gen. Kebanyakan mutasi pada hamster berkaitan warna, tipe dan pola. Misalnya, warna alami Syria adalah golden dan berbulu pendek.

Sejumlah alel hanya bisa tampak secara fisik jika ketemu pasangannya di kedua kromosom. Ini yang dinamakan alel bersifat resesif (recessive genes/alleles). Penulisannya kode gennya harus dengan hurup kecil.

Sejumlah alel lain tak membutuhkan pasangan untuk tampil secara fisik. Ini yang dinamakan alel bersifat dominan (dominant genes/ alleles) dan penulisannya harus dengan hurup besar.

Sebagai contoh, untuk varian warna Dark Grey yang merupakan mutasi resesif, alel mutan itu diberi kode dg dan bersifat resesif, sementara karakter tipe alaminya bersifat dominan, dengan kode Dg.
Namun pada, Silver Grey, yang merupakan mutasi dominan, situasinya terbalik. Pengkodean Alel mutan untuk Silver Gray adalah Sg, sementara kode untuk tipe alaminya yg bersifat resesif adalah sg.

Banyak nama populer yang diberikan pada spesies hamster Syrian. Ada Teddy Bear, Black Bear, Panda Bear, dan seterusnya. Tetap saja semuanya adalah Syrian, yang bersumber pada nenek moyangnya di alam, yaitu Golden Hamster. Inilah warna Agouti pada Syrian dengan pengkodean resmi “++ “. Dari sinilah semua bermutasi, baik alamiah maupun berkat “buah tangan” manusia.

Beberapa mutasi Syrian (baik warna maupun pola/corak/tipe bulu)
-          Melanistic black (aa)
-          Rust atau Guinea Gold (bb)
-          Banded (Ba)
-          Dark Eared White atau Acromelanic gene (Cd)
-          Dark Grey (Dg)
-          Dominant Spot (Ds)
-          Cream (E)
-          Light Grey atau Lethal Grey (Lg)
-          Longhaired/ Angora/ Teddy Bear (L)
-          Cinnamon (P)
-          Ruby Eyed Fawn (Ru)
-          Rex (rx)
-          Spotting atau piebald (s)
-          Silver Grey (Sg)
-          Yellow (To)
-          Umbrous (U)
-          Anopthalmic White/Eyeless/White bellied (Wh)

Warna-warna yang dihasilkan melalui perpaduan dua atau lebih gen warna:
-          Dove (Black, Cinnamon) – kode gen: aapp
-          Flesh Eared White (Dark Eared White, Cinnamon) - kode gen: cdcdpp
-          Ivory (Dark Grey, Cream) - kode gen: dgdgee
-          ???? (Cream, Light Grey) - kode gen: eeLglg
-          Lilac  (Dark Grey, Cinnamon) - kode gen: dgdgpp
-          Mink (Cream, Cinnamon, Umbrous) - kode gen: eeppUU/Uu
-          Red Eyed Cream (Cream, Cinnamon) - kode gen: eepp
-          Red Eyed Ivory (Dark Grey, Cream, Cinnamon) - kode gen: dgdgeepp
-          ???? (Cream, Light Grey, Cinnamon) - kode gen: eeLglgpp
-          Roan (Cream, White Bellied/Eyeless White) - kode gen: eeWhwh
-          Sable (Cream, Umbrous) - kode gen: eeUU/Uu
-          Beige (Rust, Dark Grey) - - kode gen: bbdgdg
-          Black Eyed Blonde (Rust, Light Grey) - kode gen: bbLglg
-          Red Eyed Blonde - kode gen: Lglg pp

Catatan:
Secara warna, dibagi menjadi self colors (atau solid colors di mana hanya terdapat satu warna di seluruh tubuh, dgn beberapa wrn putih di sekitar pipi dan dada), serta agouti colors (yang terdiri dari penampakan dua atau lebih warna dengan warna tubuh bagian bawah lebih cerah).

Yang juga menarik dari Syrian adalah pengkodean untuk varian warna tertentu, seperti, Yellow, berbeda antara jantan dan betina. Jantan Yellow kode gennya ToY, sementara betina Yellow kode gennya ToTo. Begitu juga dengan Smoke Pearl (Jantan: dgdgToY, Betina: dgdgToTo)
Karena merupakan hasil silangan dari Yellow.

Warna yang termasuk Agouti Colors:
Golden (++)
yang sebelah kiri golden umbrous

Cinnamon (pp)


Rust (bb)


Dark Gray (dgdg)



Light Gray (lglg)


Silver Gray (SgSg)


Red Eyed Silver Gray (ppSg-)


Yellow (ToTo/ToY)


Smoke Pearl (Jantan: dgdgToY, Betina: dgdgToTo)


Lilac (dgdgpp)


Warna yang termasuk Self Colors:
Black (aa)


Dove (aapp)


Chocolate (aabb)


Champagne (aappbb)


Yellow Black (aaToTo/aaToY)


Black Eyed Cream (ee)


Red Eyed Cream (eepp)


Sable (eeUU)


Mink (eeppUU)


Flesh Eared White (cdcdpp)


Dark Eared White (cdcd)


Black Eyed Ivory (eeLglg atau eedgdg)


Blue @.@ (aadd)





Pembagian/pengkodean berdasarkan pola/corak dan tipe bulu

Tipe Bulu
1. Short Haired  (LL) = Karakter/sifat gen: Dominan


2. Long Haired (ll) =  Karakter/sifat gen: Resesif. (bulu jantan LH lebih oanjang dari betina)


3. Rex (rxrx) = Karakter/sifat gen: Resesif.

Cat: Bulu rex pada Syrian secara fisik terlihat agak keriting, termasuk kumis jg agak melingkar. Tipe Rex bisa muncul pada tipe SH maupun LH. Harap diingat bahwa mengawinkan kedua tipe bulu ini bisa negatif, karena bulu pada mata bisa sangat keriting sehingga membuat iritas pada mata. Kumis yang terlalu ketriting juga bisa membuat hammienya disorientasi.

4.  Satin (Sa-)  = Karakter/sifat gen: Dominan


5.  Umbrous (U-) = Karakter/sifat gen: Dominan



Pola/Corak Bulu
1.  Solid
  

2.  Banded (Ba-)   = Karakter/sifat gen: Dominan
 banded = warna putih di perut

3.  Dominan Spot (Ds-) = Karakter/sifat gen: Dominan

Cat: Mengawinkan dua Dominan Spot akan berakibat setiap bayi memiliki kecenderungan 25% mati di perut.

4. Dominan Spot Banded (Dsba) = Karakter/sifat gen: Resesif


5. Tortoiseshell (Toto) = Karakter/sifat gen: Dominan


6. Tortoiseshell and White (??) = Karakter/sifat gen: Dominan
 

7. Roan (Whwh) = Karakter/sifat gen: Dominan

Cat: Mengawinkan Roan dengan Roan akan menghasilkan eyeless white

8. Recessive Dappled (ddrd) = Karakter/sifat gen: Resesif




 





MF JIKA ANDA MERASA INI COPAS, TP UDAH DAPET LICENCY KOK